# Bab XVII — DARI daftar sifat yang saya sebutkan di atas, saya utarakan

Dicintai daripada Ditakuti atau Sebaliknya
DARI daftar sifat yang saya sebutkan di atas, saya utarakan
bahwa seorang raja tentu ingin dihormati karena sikap penuh
belas kasih daripada karena sikap kejam; namun ia harus
bersikap waspada supaya ia tidak menggunakan secara salah
sikap penuh belas kasihnya. Cesare Borgia terkenal sebagai orang
yang kejam; namun kekejamannya itu menjadikan kerajaan
Romagna lebih baik, bersatu dan memulihkan keadaan aman dan
ketaatan. Setelah dipikirkan lebih dalam, tampaklah bahwa
Cesare lebih memiliki sikap belas kasih daripada orang Florence,
yang ingin untuk tidak disebut kejam, membiarkan Pistoia39
dihancurleburkan. Karena itu seorang raja tidak perlu khawatir
terhadap kecaman yang ditimbulkan karena kekejamannya
selama ia mempersatukan dan menjadikan rakyatnya setia.
Dengan mengemukakan satu atau dua contoh, ia akan
membuktikan diri lebih bersifat penuh belas kasih daripada
mereka yang karena terlalu bermurah hati, membiarkan
kekacauan terjadi yang mengakibatkan pembunuhan dan
perampokan. Semua ini selalu merugikan seluruh masyarakat,
39

Pistoia adalah kota yang dikuasai Florence, yang secara paksa
memulihkan situasi pada waktu pertentangan antara dua golongan pecah
tahun 1501-1502. Pertama-tama Machiavelli tertarik dengan masalah ini.

sedangkan pelaksanaan hukuman yang dilakukan raja hanya
menyangkut pribadipribadi. Seorang raja baru, di kalangan para
raja, merasa tidak mungkin menghindari julukan kejam, karena
banyaknya bahaya yang ada dalam negara yang baru saja
dikuasainya. Virgilius lewat mulut Dido berkata:

Res dura, et regni novitas me ta lia cogunt
Molin, et late fines custode tueri.40
Raja harus bertindak hati-hati dan harus waspada sehingga
ia tidak menjadi takut karena bayangannya sendiri; tingkah
lakunya harus dikendalikan dengan sikap manusiawi dan
bijaksana sehingga kepercayaan yang berlebihan tidak membuatnya sembrono atau kecurigaan yang berlebihan tidak
membuat dirinya tak berdaya.
Dari semuanya ini muncullah pertanyaan berikut: apakah
lebih baik dicintai atau ditakuti atau sebaliknya. Jawabannya Ialah
bahwa orang tentunya menginginkan keduanya, baik dicintai
maupun ditakuti; tetapi karena sulit untuk mempertemukannya,
jauh lebih baik ditakuti daripada dicintai, jika Anda tidak dapat
memperoleh keduanya. Pada umumnya orang beranggapan:
manusia itu tidak tahu berterima kasih, mudah berubah sikap
(plin-plan), penipu dan pembohong, takut menghadapi bahaya
dan rakus mencari keuntungan. Selama Anda memperlakukan
dengan baik, manusia-manusia itu menjadi pengikut Anda.
Mereka akan mempertaruhkan jiwa mereka untuk Anda,
mengorbankan harta mereka, hidup mereka, anak-anak mereka,
selama, seperti yang saya katakan di atas, bahaya masih jauh;
tetapi kalau Anda berada dalam bahaya, mereka berbalik
melawan Anda. Raja mana pun yang menggantungkan diri
seluruhnya pada janji-janji dan tidak mengambil langkah-langkah
pengamanan lainnya pasti akan hancur. Persahabatan yang dibeli
40

Situasi serba sulit dan kerajaan yang baru memaksaku melakukan hal-hal
semacam itu dan harus mempertahankan garis-garis' perbatasan negara di
mana pun juga". Aeneid, 563.

dengan uang dan bukan diperoleh karena jiwa yang besar dan
mulia, memang dapat terjadi, tetapi tidak akan kekal dan tidak
menghasilkan apaapa. Orang tidak begitu merasa takut berbuat
jahat terhadap seseorang yang membuat dirinya dicintai daripada
terhadap orang yang membuat dirinya dibenci. Ikatan cinta
merupakan ikatan yang mudah putus, maklum manusia makhluk
yang lemah; ia akan memutuskan ikatan cinta, kalau itu menguntungkannya; tetapi rasa takut diperkuat oleh kengerian akan
hukuman yang selalu efektif.
Karena itu raja harus membuat dirinya ditakuti sedemikian
rupa, sehingga kalau ia tidak dicintai rakyatnya, setidaktidaknya
ia tidak dibenci. Karena rasa takut sungguh cocok dengan tidak
adanya rasa benci. Dan raja selalu dapat menghindari kebencian
jika ia menjauhkan diri dari harta bawahan dan rakyatnya dan
menjauhkan diri dari istri-istri mereka. Seandainya memang ada
alasan untuk menghukum seseorang, ini harus dilakukan hanya
kalau ada pembenaran yang wajar dan alasan jelas untuk
melakukan hal tersebut. Tetapi lebih-lebih raja harus menjauhkan
diri dari harta milik orang lain, karena orang lebih mudah
melupakan kematian leluhurnya daripada kehilangan warisan
leluhurnya. Memang selalu ada alasan untuk merampas harta
seseorang, tetapi seorang raja yang mulai hidup dengan
merampok selalu ingin berusaha merebut harta milik orang lain.
Sebaliknya, alasanalasan untuk menghukum seseorang lebih sulit
ditemukan dan alasan-alasan itu pun tidak mudah mendapat
dukungan.
Namun, kalau raja berperang bersama pasukannya dan
memimpin pasukan yang besar, ia tidak perlu merasa khawatir
disebut kejam. Karena tanpa sebutan itu, ia tidak akan pernah
dapat mempersatukan dan mengatur pasukan. Di antara hasil
yang menakjubkan yang dicapai Hannibal termasuk hal berikut:
meskipun ia memimpin pasukan yang mahabesar, yang terdiri
dari suku bangsa yang berbeda dan tak terhitung banyaknya,
dalam peperangan melawan negara asing, tidak pernah ada

pertikaian, entah di kalangan pasukan sendiri atau melawan
pemimpin mereka, entah mereka berhasil atau terpojok. Ini
semua disebabkan kekejamannya yang tidak manusiawi. Inilah,
disertai sikap-sikap lain yang tak terhitung banyaknya, yang
membuat dia ditakuti dan dihormati oleh pasukannya. Seandainya
ia tidak terkenal kejam, pastilah sifat-sifat lainnya tidak
mencukupi. Para ahli sejarah, karena tidak begitu memperhatikan
hal itu, di satu pihak mengagumi apa yang telah dicapai oleh
Hannibal dan di lain pihak mengutuk apa yang memungkinkan dia
berhasil.
Bahwa sifat-sifat lainnya tidak dengan sendirinya mencukupi,
dapat dibuktikan dengan memperhatikan Scipio, seorang yang
unik dalam zamannya dan dalam seluruh rekaman sejarah.
Pasukan memberontak terhadapnya di Spanyol dan satu-satunya
alasan pemberontakkan ini ialah sikapnya yang terlalu lunak,
memberikan lebih banyak kebebasan kepada para tentara yang
tentu tidak baik bagi disiplin pasukan. Fabius Maximus
mempersalahkan tindakan itu dalam senat dan menyebutnya
orang yang merusak pasukan Romawi. Demikian juga, ketika
Locri dijarah rayah oleh salah seorang panglima Scipio, ia tidak
memberikan kepuasan kepada mereka dan tidak pula
menghukum ketidakpatuhan panglimanya. Dan ini semua karena
sifatnya yang terlalu lunak, sehingga seseorang yang ingin
memaafkannya dalam senat mengatakan bahwa ada banyak
orang yang mengetahui bagaimana tidak berbuat salah daripada
bagaimana membetulkan kesalahan orang lain. Keadaan ini tentu
akan merusak nama baik dan kehormatan Scipio sendiri
seandainya ia terus mengikuti sifat tersebut selama memimpin
pasukan. Waktu ia hidup di bawah perintah senat, sifat-sifat yang
fatal ini tidak hanya disembunyikan tetapi bahkan memberinya
kehormatan.
Dengan demikian saya menyimpulkan bahwa mengenai
masalah dicintai atau ditakuti, manusia mencintai menurut
kehendak bebasnya, tetapi takut terhadap kehendak raja dan

seorang raja harus mengandalkan apa yang ada padanya dan
bukannya pada apa yang ada pada orang lain. Ia hanya harus
berusaha, seperti yang saya utarakan, menghindari dirinya
dibenci.
